BOJONEGORO - Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita melakukan gebrakan strategis dengan turun langsung meninjau kesiapan Kopeeasi Desa Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Bojonegoro, Selasa (12/5/2026). Dalam kunjungan kerja tersebut, Jenderal bintang empat ini memboyong Menteri Koperasi Ferry Juliantono untuk menginspeksi Koperasi Desa Kapas Merah Putih (KDKMP) di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, sebagai persiapan peluncuran besar-besaran gerai koperasi digital secara nasional.
Kehadiran petinggi TNI dan jajaran kementerian ini disambut langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono serta Bupati Blora Arief Rohman, yang menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektoral dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Pantauan di lokasi menunjukkan Jenderal Tandyo bersama rombongan langsung memasuki area gerai KDKMP Desa Ngampel untuk mengecek detail persiapan dan rencana aktivitas operasional yang ada di dalamnya. Selain meninjau fasilitas koperasi, momentum ini dimanfaatkan Wapang TNI untuk menerima paparan strategis dari tiga pimpinan teritorial sekaligus, yakni Dandim Bojonegoro Letkol Dedy Dwi Wijayanto, Dandim Lamongan, dan Dandim Blora.
Paparan ini menjadi sangat penting guna memetakan dan koordinasi persiapan launching KDKMP di Jawa Timur dan Jawa Tengah agar selaras dengan program pembangunan ekonomi yang sedang digalakkan pemerintah.
Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Dedy Dwi Wijayanto mengungkapkan bahwa peninjauan ini merupakan langkah finalisasi sebelum peresmian serentak ribuan titik gerai koperasi di seluruh Indonesia pada 16 Mei mendatang.
"Kegiatan hari ini adalah pengecekan kesiapan oleh Wapang TNI bersama Menkop terkait tanggal 16 launching di 1.061 titik, yang salah satunya 85 titik itu ada di Kabupaten Bojonegoro," ujar Letkol Dedy Dwi Wijayanto di sela-sela kegiatan. Selasa (12/5/2026).
Dandim Dedy menegaskan bahwa 85 gerai di wilayah Bojonegoro akan segera aktif melayani kebutuhan warga segera setelah diresmikan.
"85 gerai nanti langsung operasional melaksanakan bisnis jual beli, khususnya gerai mini market. Harapannya tanggal 16 semuanya sudah bisa launching, siap operasional," jelasnya.
Meskipun tahap awal difokuskan pada sektor retail swalayan, Letkol Dedy memastikan unit usaha pendukung lainnya seperti distribusi pupuk hingga layanan simpan pinjam akan segera menyusul demi perputaran ekonomi warga lokal.