BOJONEGORO - Semangat tak mengenal usia terpancar dari rombongan calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Bojonegoro tahun 2026. Dari ribuan jemaah yang berangkat, terselip sosok luar biasa yang menjadi jemaah tertua dengan usia mencapai 93 tahun.
Berdasarkan data dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bojonegoro, tahun ini total ada 1.741 calhaj yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Menariknya, mayoritas jemaah asal "Kota Ledre" ini memang didominasi oleh kelompok lanjut usia.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bojonegoro, Muh Abdulloh Hafith, memaparkan rincian usia jemaah yang berangkat tahun ini. Selain sosok berusia 93 tahun tersebut, ada pula jemaah dengan usia yang sangat kontras.
"Jemaah tertua tercatat berusia 93 tahun, sementara yang termuda berusia 16 tahun," ujar Hafith kepada wartawan.
Hafith menjelaskan bahwa tren jemaah haji Bojonegoro tahun ini memang menunjukkan angka kematangan usia. Berikut adalah rincian persebaran usia jemaah, usia 51-60 tahun ada 591 orang, Usia 61-70 tahun 464 orang
Tak hanya dari segi usia, latar belakang profesi dan pendidikan para tamu Allah ini juga sangat beragam. Petani menjadi profesi yang paling banyak menyetorkan nama dalam daftar haji kali ini.
"Dari sisi pekerjaan, sebagian besar jemaah berprofesi sebagai petani sebanyak 516 orang, diikuti pekerja swasta sebanyak 503 orang," tambah Hafith. Sementara untuk tingkat pendidikan, lulusan Sekolah Dasar (SD) mendominasi dengan jumlah 670 orang.
Proses pemberangkatan sendiri telah dimulai sejak Jumat (1/5) hingga Sabtu (2/5/2026). Sebanyak 432 jemaah yang tergabung dalam Kloter 37 dan 38 sudah lebih dulu diberangkatkan dari Pendopo Malowopati menuju Asrama Haji Sukolilo.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, yang melepas langsung rombongan tersebut mengingatkan pentingnya kesiapan fisik, terutama bagi jemaah lansia.
"Bapak Ibu adalah tamu Allah. Ibadah haji ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan keimanan, keikhlasan, kesabaran, dan kekhusyukan," pesan Setyo Wahono.
Ia juga mewanti-wanti para petugas haji untuk memberikan pelayanan ekstra dan optimal, mengingat banyaknya jumlah jemaah lansia dalam rombongan tahun ini.
"Semoga diberikan kelancaran, kemudahan, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur," pungkasnya (ain)