SURABAYA - Jumlah Calon Jemaah Haji (CJH) di Embarkasi Surabaya yang membutuhkan bantuan kursi roda dilaporkan mengalami peningkatan signifikan. Tren kenaikan ini didominasi oleh jemaah asal Bojonegoro yang mayoritas masuk dalam kategori lanjut usia (lansia).
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, As'adul Anam, mengungkapkan bahwa lonjakan mulai terlihat sejak kedatangan kloter 26 asal Tuban di Asrama Haji Sukolilo. Tren ini terus merangkak naik hingga memasuki kloter 50 dari Surabaya.
"Jadi semenjak dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, kemudian Surabaya (tiba di Asrama Haji). Ini lonjakan kursi roda cukup banyak," ujar Anam kepada wartawan, Selasa (6/5/2026).
Anam merinci, pada hari-hari biasa kebutuhan kursi roda rata-rata hanya berkisar 10 hingga 11 unit per hari. Namun, saat ini permintaan melonjak hampir dua kali lipat.
"Kebutuhan kursi roda dalam sehari biasanya 10-11 unit. Namun kini bisa mencapai 15-20 unit," imbuhnya.
Menyikapi fenomena ini, PPIH Embarkasi Surabaya bersama tim kesehatan tengah melakukan analisis mendalam untuk mengetahui penyebab pasti di balik meningkatnya ketergantungan jemaah terhadap kursi roda.
"Apakah ada faktor penyakit yang kemudian menyebabkan beberapa jemaah itu sudah pakai kursi roda atau seperti apa, kita akan mengkategorikan dengan pihak kesehatan nanti," jelas Anam.
Meski terjadi peningkatan penggunaan alat bantu jalan, Anam memastikan bahwa secara umum kondisi fisik para jemaah masih dalam batas wajar untuk kategori pendampingan. Mayoritas jemaah pengguna kursi roda tersebut masih mampu berdiri secara mandiri.
"Nah, itu menunjukkan bahwa jemaah yang masih bisa berdiri ini minimal mereka ke kamar kecil dan sebagainya masih bisa dilakukan, tidak merepotkan yang mendampingi seperti itu," pungkasnya.
Hingga saat ini, petugas PPIH terus bersiaga untuk memberikan pelayanan ekstra bagi para jemaah lansia dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi demi kelancaran proses pemberangkatan menuju tanah suci. (ain)