TUBAN – BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro bersama Pemerintah Kabupaten Tuban dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi "pasang badan" untuk menjamin kesehatan para pejuang garda terdepan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui penandatanganan nota kesepahaman yang digelar Selasa (12/05), seluruh relawan dan tenaga pendukung SPPG di Bumi Wali dipastikan wajib tercover jaminan kesehatan nasional (JKN) agar misi menciptakan generasi emas Indonesia 2045 tidak terhambat masalah kesehatan personelnya.
Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Tuban, Aulia Rizqi, menegaskan bahwa perlindungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan dasar bagi para relawan yang sehari-hari berjibaku menyiapkan asupan bergizi bagi masyarakat. Ia meminta seluruh yayasan dan kepala SPPG segera bergerak cepat mendaftarkan anggotanya tanpa terkecuali.
“Harapan saya bukan hanya pimpinan SPPG saja yang terlindungi, tetapi seluruh relawan juga wajib didaftarkan BPJS Kesehatan. Setelah kegiatan ini selesai, kami berharap seluruh yayasan dan kepala SPPG segera mendaftarkan para relawannya,” ujar Aulia.
Senada dengan hal tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban dr. Roy Khan memberikan jempol atas sinergi ini. Ia menilai langkah kolektif ini menjadi pendorong utama percepatan target Universal Health Coverage (UHC) di Tuban. Roy menekankan bahwa standar keamanan pangan dalam program MBG bermula dari kesehatan para pengelolanya.
“Kami ingin seluruh masyarakat Kabupaten Tuban mudah mengakses layanan kesehatan. Kolaborasi ini menjadi langkah penting agar para relawan yang menyiapkan makanan bergizi juga berada dalam kondisi sehat dan terlindungi,” kata Roy.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Wahyu Gianto, menyebut bahwa makanan sehat hanya bisa lahir dari tangan-tangan yang sehat pula. Wahyu menegaskan bahwa BPJS Kesehatan tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pengelola di lapangan untuk menyukseskan program strategis nasional ini.
“Kalau ingin menghasilkan makanan yang sehat, maka seluruh orang yang menyiapkan makanan itu juga harus sehat. Karena itu hari ini kami memastikan seluruh relawan dan tenaga pendukung SPPG terlindungi Program JKN,” tegas Wahyu.
Wahyu juga menambahkan bahwa kunci utama dari keberhasilan program besar pemerintah adalah integrasi antar lini.
“Program besar tidak bisa dijalankan sendiri. Kuncinya adalah kolaborasi. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan perlindungan kesehatan bagi seluruh relawan dan tenaga pendukung MBG dapat berjalan optimal,” pungkasnya.
Tak hanya sekadar seremonial pendaftaran, acara tersebut juga diisi dengan aksi nyata berupa skrining kesehatan massal sebagai deteksi dini bagi para kepala SPPG dan relawan. BPJS Kesehatan juga memberikan kemudahan mekanisme pendaftaran kolektif agar proses kepesertaan bagi para pejuang gizi di Tuban dapat berjalan lebih cepat dan terintegrasi. (ain)