BOJONEGORO - Selama ini, dunia riset seringkali dianggap sebagai menara gading yang hanya milik kalangan akademisi di kampus. Namun, pandangan tersebut coba didobrak oleh komunitas Inspirasi Akademisi dan Periset Bojonegoro (INSPIRA RISBO). Di usianya yang baru menginjak satu tahun, wadah ini kini bertransformasi menjadi 'laboratorium sosial' untuk mendorong budaya riset hingga ke level kebijakan masyarakat.
Pembina INSPIRA RISBO, Assoc. Prof. Dr. Sri Budi Cantika Yuli, M.M, menegaskan bahwa riset bukanlah sekadar kegiatan ilmiah di laboratorium, melainkan sebuah pola pikir (mindset) yang harus dimiliki masyarakat. Menurutnya, pengambilan kebijakan publik yang efisien, mulai dari penanganan stunting hingga persoalan ekonomi, wajib berpijak pada data yang valid.
"Kultur riset bukan hanya milik dosen, melainkan pola pikir masyarakat. Misalnya dalam penanganan stunting. Sebelum mengambil keputusan perlu ada data dasar, kajian, kesimpulan, hingga evaluasi. Jika masyarakat terbiasa dengan pola pikir berbasis riset, perumusan dan pelaksanaan kebijakan daerah akan jauh lebih efisien," ujar Bunda Cantika saat talkshow di Malowopati FM, Senin (10/8/2026).
Senada, Ketua Umum INSPIRA RISBO, Dr. Ima Isnaini Taufiqur Rohmah, M.Pd, menyebut bahwa saat ini pihaknya telah menghimpun 75 anggota yang terdiri dari dosen, guru, hingga fresh graduate. Mereka berkomitmen untuk keluar dari kampus dan terjun langsung membantu Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam isu-isu strategis seperti pendidikan dan pencegahan pernikahan dini.
"Human capital merupakan fondasi dasar untuk membangun sebuah daerah," tegas Ima.
Wadah kolaborasi ini pun didorong untuk menerapkan prinsip hexa helix, di mana pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga media bekerja dalam satu alur yang saling mendukung. Pengarah INSPIRA RISBO, Dr. Ifa Khoiria Ningrum, M.M, menambahkan bahwa semangat utama komunitas ini adalah menyatukan keberagaman disiplin ilmu untuk satu tujuan pembangunan Bojonegoro.
"Ruh dari akademisi adalah Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu penelitian, pengabdian, dan pengajaran. Di INSPIRA RISBO, kami menyatukan semangat tersebut dengan mengedepankan kolaborasi lintas disiplin ilmu untuk memberi kontribusi positif bagi pembangunan Kabupaten Bojonegoro," tutur Ifa.
Ke depan, INSPIRA RISBO telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, salah satunya adalah pembentukan 'Pojok Data Inspira'. Langkah ini diharapkan menjadi jembatan agar masyarakat Bojonegoro lebih akrab dengan data dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerahnya sendiri. (hil/ss)