BOJONEGORO — Senyum sumringah terpancar dari wajah Suharti warga Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu saat menenteng kantong belanjaan berisi kebutuhan pokok. Ia menjadi salah satu dari ratusan warga yang menyerbu program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dihelat di Balai Desa Klepek, Selasa (11/8/2026).
Bukan tanpa alasan warga berbondong-bondong datang sejak pagi. Di tengah dinamika harga kebutuhan pokok, pasar murah dadakan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro ini sukses menjadi angin segar bagi warga untuk mendapatkan beras hingga komoditas pangan berkualitas dengan banderol miring.
Bagi Suharti, kehadiran GPM di desanya memberikan dampak nyata yang langsung dirasakan oleh para ibu rumah tangga dalam mengelola pengeluaran dapur.
"Alhamdulillah, saya senang ada Gerakan Pangan Murah seperti ini. Harganya lebih terjangkau dan tempatnya juga dekat, sehingga kami bisa membeli kebutuhan pangan untuk keluarga," ungkap Suharti dengan nada lega di lokasi kegiatan. Ia berharap program pro-rakyat ini bisa terus berlanjut dan menyasar desa-desa lain.
Di balik antusiasme tinggi tersebut, pemerintah daerah membeberkan alasan kuat di balik masifnya pelaksanaan GPM di tingkat desa. Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah dinamika ekonomi masyarakat.
"Agar masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau. Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di daerah," tegas Zaenal.
Pemkab Bojonegoro memastikan bahwa langkah intervensi pasar melalui GPM tidak akan berhenti di sini. Program ini akan terus didorong secara berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, menjaga daya beli masyarakat, sekaligus memotong rantai distribusi agar akses pangan kian dekat hingga ke pelosok desa. (ain/ss)