BOJONEGORO - Memasuki hari keempat, hiruk-pikuk awal Ramadhan mungkin mulai berganti dengan tantangan fisik yang nyata. Rasa lelah mulai menyapa, namun di sinilah letak ujian sesungguhnya, apakah ibadah kita sekadar rutinitas tanpa jiwa, atau sebuah perjalanan menuju cinta-Nya?
Memohon Kekuatan dalam Ketaatan
Kita menyadari bahwa tanpa pertolongan Allah, sujud kita mungkin terasa berat dan tadarus kita mungkin terasa singkat. Kita memohon, "Ya Allah, berilah daku kekuatan untuk melaksanakan perintah-Mu." Kekuatan yang kita minta bukan hanya soal fisik yang bugar, tapi keteguhan hati untuk tetap tegak di atas jalan ketaatan saat kemalasan mulai menggoda.
Zikir bukan sekadar gerak lisan, melainkan nutrisi bagi ruh. Di hari keempat ini, kita mendamba halawatuz zikir, manisnya mengingat Allah. Ketika hati sudah merasakan kelezatan dalam menyebut nama-Nya, maka dunia dan segala isinya akan terasa kecil. Kita ingin ibadah kita menjadi sebuah kerinduan, bukan lagi sekadar penggugur kewajiban.
Dalam doa ini, kita juga mengakui bahwa syukur adalah karunia yang harus dijemput. Kita memohon bimbingan agar mampu berterima kasih atas setiap helas nafas dan nikmat iman. Terakhir, kita bersandar pada perlindungan-Nya. Di dunia yang penuh dengan godaan dan cela, kita memohon agar Allah menutupi aib-aib kita dan menjaga kita tetap dalam dekapan kasih sayang-Nya.
"Sebab Dia adalah 'Ya Absharan Nazhirin'Maha Melihat dari segala yang melihat. Tak ada satu pun getaran hati dan usaha kita yang luput dari pandangan-Nya yang Maha Lembut."
Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat ketaatan dan memperdalam hubungan dengan Allah SWT. Setiap harinya, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa sebagai bentuk penghambaan dan harapan agar ibadah yang dijalani semakin bermakna.
Doa Ramadhan Hari ke-4
اللَّهُمَّ قَوْنِي فِيْهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ، وَاذِقْنِي فِيهِ حَلَاوَةَ ذِكْرِكَ، وَأَوْزِعْنِي فِيهِ لَإِدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ. وَاحْفَظْنِي فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَسَتْرِكَ، يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِينَ
Arab Latin: Allahumma qawwinî fihi 'alâ iqâmati amrika, wa adziqnî fihi halawata dzikrika, wa awzi'nî fihi liadâi syukrika bikaramika, wahfazhni fihi bihifzhika wa satrika, yâ Absharan nâzhirîn.
Artinya: Ya Allah, berilah daku kekuatan untuk melaksanakan perintah-Mu di dalamnya. Berikan kepadaku di dalamnya kelezatan berzikir kepada-Mu. Bantulah aku di dalamnya untuk bersyukur kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Lindungilah daku di dalamnya dengan penjagaan-Mu dan perlindungan-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi. (RF)