BOJONEGORO – Program Asistensi Mengajar (AM) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) di SMPN 3 Bojonegoro resmi mencapai puncaknya. Acara penutupan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini digelar di Ruang Data SMPN 3 Bojonegoro pada Jumat (13/2/2026).

Kegiatan ini menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa dalam mempraktikkan ilmu kependidikan langsung di lapangan. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dihadiri oleh Kepala Sekolah, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), guru pamong, serta para mahasiswa peserta program.

Kepala SMPN 3 Bojonegoro, Abdul Ghofur, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para mahasiswa. Menurutnya, program ini memberikan gambaran riil mengenai dinamika di dalam kelas, termasuk cara mengelola siswa yang aktif dan membangun komunikasi efektif.

"Pengalaman langsung di kelas ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menekuni dunia pendidikan di masa depan," ujar Ghofur.

Ia juga mengingatkan para mahasiswa untuk terus memacu kualitas akademik mereka jika ingin berkarier di sekolah negeri, terutama terkait pemenuhan kualifikasi ijazah dan sertifikat pendidik melalui jalur PPPK.

Senada dengan hal tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UNUGIRI, Pramesti Wulandari, menyampaikan rasa terima kasihnya atas ruang belajar yang diberikan pihak sekolah kepada para mahasiswa.

"Kami berterima kasih sedalam-dalamnya atas bimbingan yang diberikan kepada mahasiswa kami, serta memohon maaf jika ada kekurangan selama kegiatan berlangsung," tutur Wulandari.

Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan penyerahan cinderamata kepada pihak sekolah. Langkah ini diambil sebagai simbol bahwa meski tugas lapangan telah usai, sinergi antara kampus UNUGIRI dan SMPN 3 Bojonegoro akan terus terjalin secara berkelanjutan.